Arsip Tag: god

how to install LOVE ?

how to install LOVE ?

Tech Support: Hello … how can I help you?

Customer: Well, after much consideration, I’ve decided to install
Love. Can you guide me through the process?

Tech Support: Yes. I can help you. Are you ready to proceed?

Customer: Well, I’m not very technical, but I think I’m ready. What do I do first?

Tech Support: The first step is to open your Heart. Have you
located your Heart?

Customer: Yes, but there are several other programs running now.
Is it okay to install Love while they are running?

Tech Support:
What programs are running ?

Customer: Let’s see, I have Past Hurt, Low Self-Esteem, Grudge
and Resentment running right now.

Tech Support: No problem, Love will gradually erase Past Hurt
from your current operating system. It may remain in your permanent
memory but it will no longer disrupt other programs. Love will
eventually override Low Self-Esteem with a module of its own called High
Self-Esteem. However, you have to completely turn off Grudge and
Resentment. Those programs prevent Love from being properly installed.
Can you turn those off ?

Customer: I don’t know how to turn them off. Can you tell me how?

Tech Support: With pleasure. Go to your start menu and invoke
Forgiveness. Do this as many times as necessary until Grudge and
Resentment have been completely erased.

Customer: Okay, done! Love has started installing itself. Is that
normal?

Tech Support: Yes, but remember that you have only the base
program. You need to begin connecting to other Hearts in order to get
the upgrades.

Customer:
Oops! I have an error message already. It says, “Error
- Program not run on external components.” What should I do?

Tech Support: Don’t worry. It means that the Love program is set
up to run on Internal Hearts, but has not yet been run on your Heart. In
non-technical terms, it simply means you have to Love yourself before
you can Love others.

Customer: So, what should I do?

Tech Support:
Pull down Self-Acceptance; then click on the
following files: Forgive-Self; Realize Your Worth; and Acknowledge your
Limitations.

Customer: Okay, done.

Tech Support: Now, copy them to the “My Heart” directory. The
system will overwrite any conflicting files and begin patching faulty
programming. Also, you need to delete Verbose Self-Criticism from all
directories and empty your Recycle Bin to make sure it is completely
gone and never comes back.

Customer:
Got it. Hey! My heart is filling up with new files.
Smile is playing on my monitor and Peace and Contentment are copying
themselves all over My Heart. Is this normal?

Tech Support: Sometimes. For others it takes awhile, but
eventually everything gets it at the proper time. So Love is installed
and running. One more thing before we hang up. Love is Freeware. Be sure
to give it and its various modules to everyone you meet. They will in
turn share it with others and return some cool modules back to you.

Customer: Thank you, God.

reblog gabebondoc

my green shoes

my green shoes

green shoes

kalian tau apa yang paling aku cintai di dunia setelah keluarga dan teman2ku ? ya, sepatu hijau ku ini lah. aku memang suka mencari sepatu sepatu yang bagus dan lucu. ibuku kadang kadang setuju dengan pilihanku, namun dia bisa juga sangat tidak setuju dengan pilihanku. menurutku dia agak sedikit konserfatif. menurut pemahamnya aku sebagai wanita harus menggunakan sepatu yang “cantik”. memang aku sangat kesal saat mengetahuinya, tapi aku tidak bisa menahan rasa untuk membeli sepatu ini. saat pertama kali melihatnya aku memang tidak terlalu tertarik karena bentuknya, namun setelah kulewati toko itu aku semakin tidak bisa menahan diriku untuk tidak membeli. aku benar benar jatuh cinta dengan sepatu hijau itu. tanpa sepengetahuan ibuku akhirnya aku membeli sepatu itu !

setiap hari aku selalu memakai sepatu hijauku itu kemanapun kaki ku melangkah. aku cinta sepatu hijauku ! dia sangat bisa membuat diriku nyaman saat memakainya, entah mengapa hanya itu alasan yang membuat aku jatuh cinta selain warnanya. aku juga tidak peduli hujan atau panas yang sangat terik tetap saja aku menggunakan sepatu itu. karena jika melewatkan sehari tanpa menggunakan sepatu itu rasanya sangatlah melelahkan dan rasa rindu pun menghampiri diriku. walaupun aku memakainya setiap hari tetapi sepatu itu tetap kurawat juga setiap hari. bagiku sepatu itu bagian dari hidupku.

menurutku ibu sudah mengetahui tentang sepatu hijauku itu, namun sepertinya dia tidak ingin merusak kebahagianku jadi dia tetap berpura pura tidak tau tentang sepatu tersebut. aku memang sedikit bingung pada awalnya dengan ibu, tapi aku berfikir mungkin ibu tau aku sangat menyukai warna hijau dan akhirnya membiarkan sepatu itu tetap ku pakai walaupun sepatu itu bukanlah sepatu yang seharusnya kupakai. sebenarnya entah apa yang ada di pikiran ibu saat melarangku untuk memakai sepatu tersebut. apakah karna bukan sepatu “cantik” ? lalu kenapa aku harus selalu melihat sepatu itu di etalase toko ? bukankah aku dan sepatu itu memang sudah ditakdirkan ?

setiap hari aku selalu memikirkan pertanyaan pertanyaan tersebut. pertanyaan itu tidak bodoh, ada benarnya juga. sebagai wanita memang harus memakai sepatu “cantik” nya. tetapi aku banyak melihat wanita lain yang memakai sepatu sepertiku dan mereka dapat hidup bahagia sampai tua. hmm..lagi lagi pertanyaan itu mengganggu hidupku, tapi aku tidak peduli dan menjalani saja apa yang ada di depan mataku.

suatu hari ibu sepertinya sudah geram melihat sepatu tersebut dan akhirnya berusaha menyembunyikannya dariku. dan benar aku kehilangan sepatu hijauku. menangis, terdiam, sendu dan entahlah apa pun itu. hanya itu yang aku lakukan setiap hari. tetapi aku tidak patah semangat. aku mencari cari dimana sepatu itu. beberapa kali aku menemukannya dan beberapa kali pula aku kehilangan sepatu itu lagi. aku sangat rindu dengan sepatu tersebut. aku mencoba untuk memakai sepatu “cantik” tersebut tetapi tetap saja sepatu sepatu tersebut tidak bisa membuat diriku nyaman dan membuat diriku terlihat bodoh. tapi dimana sepatu hijauku itu ? tidak ada yang bisa membantuku karena menurut mereka aku hanya membuang buang waktu. mereka bilang itu takdir yang memisahkan dengan sepatu hijauku. mereka bilang aku pantas mendapatkan sepatu yang lebih baik lagi. mereka bilang aku pasti akan bertemu lagi dengan sepatuku jika memang sudah pantas. aku ikhlas, walupun sebenarnya aku sangat sedih dan aku percaya aku akan menemukannya. sepatu itu tidak pernah kembali.

ketemu ! ya aku menemukan sepatu itu. hore ! aku sangat senang sekali. setelah sekian lama aku merasa sakit dan bosan akhirnya aku menemukan sepatu hijauku kembali. seminggu telah kulewati dengan sepatu itu dengan senang dan percaya atau tidak aku kembali bersinar lagi dan banyak tertawa ! sepatu tersebut benar benar bisa menyihirku. walaupun 2 tahun sudah menghilang tapi sepatu hijauku tetap nyaman dan aku semakin mencintainya. yaa ajaib !

hanya seminggu. ibuku tau aku menemukannya. kali ini dia benar benar marah dan merusaknya. aku marah ! aku benci ! aku berharap sepatu hijauku itu juga dapat dipakai oleh wanita agar ibuku dapat menerima sepatu tersebut. tapi tidak. ibu benar benar tidak menyukainya. kita dipisahkan. tadinya aku berpikir untuk memperbaiki sepatu hijauku. tapi sepertinya ibu punya rencana lain untuk memisahkanku. aku pasrah. lelah. saat ini aku benar benar tidak bisa berbuat apa apa. hanya menangis. tidak peduli orang bilang aku kekanak kanakan, tapi aku yakin jika mereka ada diposisiku pasti mereka merasakan apa yang aku rasakan. kehilangan..