after i bought my first clog, now i’m officially in love with clog. aaannd i want that freakin’ awesome Funkis’s clogs shoes!
aren’t they lovely ? ♥♥

kalian tau apa yang paling aku cintai di dunia setelah keluarga dan teman2ku ? ya, sepatu hijau ku ini lah. aku memang suka mencari sepatu sepatu yang bagus dan lucu. ibuku kadang kadang setuju dengan pilihanku, namun dia bisa juga sangat tidak setuju dengan pilihanku. menurutku dia agak sedikit konserfatif. menurut pemahamnya aku sebagai wanita harus menggunakan sepatu yang “cantik”. memang aku sangat kesal saat mengetahuinya, tapi aku tidak bisa menahan rasa untuk membeli sepatu ini. saat pertama kali melihatnya aku memang tidak terlalu tertarik karena bentuknya, namun setelah kulewati toko itu aku semakin tidak bisa menahan diriku untuk tidak membeli. aku benar benar jatuh cinta dengan sepatu hijau itu. tanpa sepengetahuan ibuku akhirnya aku membeli sepatu itu !
setiap hari aku selalu memakai sepatu hijauku itu kemanapun kaki ku melangkah. aku cinta sepatu hijauku ! dia sangat bisa membuat diriku nyaman saat memakainya, entah mengapa hanya itu alasan yang membuat aku jatuh cinta selain warnanya. aku juga tidak peduli hujan atau panas yang sangat terik tetap saja aku menggunakan sepatu itu. karena jika melewatkan sehari tanpa menggunakan sepatu itu rasanya sangatlah melelahkan dan rasa rindu pun menghampiri diriku. walaupun aku memakainya setiap hari tetapi sepatu itu tetap kurawat juga setiap hari. bagiku sepatu itu bagian dari hidupku.
menurutku ibu sudah mengetahui tentang sepatu hijauku itu, namun sepertinya dia tidak ingin merusak kebahagianku jadi dia tetap berpura pura tidak tau tentang sepatu tersebut. aku memang sedikit bingung pada awalnya dengan ibu, tapi aku berfikir mungkin ibu tau aku sangat menyukai warna hijau dan akhirnya membiarkan sepatu itu tetap ku pakai walaupun sepatu itu bukanlah sepatu yang seharusnya kupakai. sebenarnya entah apa yang ada di pikiran ibu saat melarangku untuk memakai sepatu tersebut. apakah karna bukan sepatu “cantik” ? lalu kenapa aku harus selalu melihat sepatu itu di etalase toko ? bukankah aku dan sepatu itu memang sudah ditakdirkan ?
setiap hari aku selalu memikirkan pertanyaan pertanyaan tersebut. pertanyaan itu tidak bodoh, ada benarnya juga. sebagai wanita memang harus memakai sepatu “cantik” nya. tetapi aku banyak melihat wanita lain yang memakai sepatu sepertiku dan mereka dapat hidup bahagia sampai tua. hmm..lagi lagi pertanyaan itu mengganggu hidupku, tapi aku tidak peduli dan menjalani saja apa yang ada di depan mataku.
suatu hari ibu sepertinya sudah geram melihat sepatu tersebut dan akhirnya berusaha menyembunyikannya dariku. dan benar aku kehilangan sepatu hijauku. menangis, terdiam, sendu dan entahlah apa pun itu. hanya itu yang aku lakukan setiap hari. tetapi aku tidak patah semangat. aku mencari cari dimana sepatu itu. beberapa kali aku menemukannya dan beberapa kali pula aku kehilangan sepatu itu lagi. aku sangat rindu dengan sepatu tersebut. aku mencoba untuk memakai sepatu “cantik” tersebut tetapi tetap saja sepatu sepatu tersebut tidak bisa membuat diriku nyaman dan membuat diriku terlihat bodoh. tapi dimana sepatu hijauku itu ? tidak ada yang bisa membantuku karena menurut mereka aku hanya membuang buang waktu. mereka bilang itu takdir yang memisahkan dengan sepatu hijauku. mereka bilang aku pantas mendapatkan sepatu yang lebih baik lagi. mereka bilang aku pasti akan bertemu lagi dengan sepatuku jika memang sudah pantas. aku ikhlas, walupun sebenarnya aku sangat sedih dan aku percaya aku akan menemukannya. sepatu itu tidak pernah kembali.
ketemu ! ya aku menemukan sepatu itu. hore ! aku sangat senang sekali. setelah sekian lama aku merasa sakit dan bosan akhirnya aku menemukan sepatu hijauku kembali. seminggu telah kulewati dengan sepatu itu dengan senang dan percaya atau tidak aku kembali bersinar lagi dan banyak tertawa ! sepatu tersebut benar benar bisa menyihirku. walaupun 2 tahun sudah menghilang tapi sepatu hijauku tetap nyaman dan aku semakin mencintainya. yaa ajaib !
hanya seminggu. ibuku tau aku menemukannya. kali ini dia benar benar marah dan merusaknya. aku marah ! aku benci ! aku berharap sepatu hijauku itu juga dapat dipakai oleh wanita agar ibuku dapat menerima sepatu tersebut. tapi tidak. ibu benar benar tidak menyukainya. kita dipisahkan. tadinya aku berpikir untuk memperbaiki sepatu hijauku. tapi sepertinya ibu punya rencana lain untuk memisahkanku. aku pasrah. lelah. saat ini aku benar benar tidak bisa berbuat apa apa. hanya menangis. tidak peduli orang bilang aku kekanak kanakan, tapi aku yakin jika mereka ada diposisiku pasti mereka merasakan apa yang aku rasakan. kehilangan..